Kamis, 17 September 2015

Menjaga Kesehatan Gigi Anak Itu Penting Loh

Alangkah senangnya para hati orang tua manakala melihat gigi pertama si buah hati tumbuh, begitu lucu dan sangat menggemaskan. Namun tidak hanya sampai disitu saja, justru ini adalah awal bagi Anda para orang tua untuk memperhatikan pertumbuhan gigi anak agar tumbuh sehat.

Kesehatan anak sangatlah penting, termasuk kesehatan gigi dan mulut karena hal ini akan berdampak pada proses perkembangan anak di tahapan berikutnya seperti tahapan anak belajar bahasa dan berbicara, tahapan sosial seperti penampilan, serta fungsi untuk mengunyah dan mencerna makanan. Hal ini akan sangat mengganggu Anak, oleh karenanya dituntut peran aktif dari orang tua untuk memperhatikan perkembangan kesehatan gigi anak dengan menjaga pertumbuhan gigi susu anak hingga gigi tetap.
Permasalahan gigi pada anak seperti gigi keropos, berlubang atau gusi bengkak mungkin saja terjadi, hal ini menjadi sebuah tugas bagi orang tua. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan oleh orang tua dalam membantu anak untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, yakni :
• Mengatur asupan makanan minuman yang dikonsumsi oleh anak, upayakan untuk menghindari dan membatasi makanan yang manis dan lengket karna mudah tertinggal pada gigi.
• Rutin melakukan pemeriksaan gigi anak ke dokter gigi anak, sehingga anak merasa nyaman dan terbiasa untuk menjaga kesehatan giginya dan tidak takut pergi ke dokter gigi.
• Mengajarkan anak cara membersihkan mulut secara benar (dapat berupa penyikatan gigi, kumur-kumur, dan pembersihan gigi dengan kapas atau kain basah pada balita), lakukan hal ini secara berulang-ulang sehingga tersimpan dalam memori anak.
• Biasakan untuk membersihkan mulut setiap habis makan dan menjelang tidur, hal ini penting agar tidak ada makanan yang tersisa di dalam mulut anak.
Anak akan lebih memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan gigi dan kebersihan mulut apabila lingkungan di sekitarnya melakukan hal yang sama. Untuk itu prilaku orang tua selaku lingkunga terdekat bagi anak, harus mencontohkan kebiasaan yang baik dan benar dalam menjaga kesehatan gigi sehingga anak terbiasa dalam pola hidup sehat hingga tahap perkembangan selanjutnya.

Dibalik Anak yang Hebat Selalu Ada Ibu yang Hebat

Perempuan sebuah kata yang memiliki makna yang sangat dalam. Ketika seorang perempuan menikah, lalu mempunyai seorang anak maka perempuan tersebut bermetamorfosis menjadi seorang ibu. Di Jepang jabatan seorang ibu sangatlah mulia. Banyak wanita-wanita Jepang yang lebih memilih mengundurkan diri dari karir profesionalnya ketika mempunyai seorang anak.

Mereka merasa lebih bahagia, tersanjung dan mulia dengan jabatan dan tugasnya sebagai seorang ibu. Para wanita Jepang menganggap bahwa mendidik seorang anak sama profesionalnya dengan para wanita pekerja. Jika anda pernah tinggal dan berinteraksi dengan ibu-ibu di Jepang tentu anda pernah mengenal istilah “Ryosai Kentro” yang artinya “istri yang baik dan ibu yang arif”. Sebuah posisi strategis yang menggambarkan peran dan tanggungjawab seorang ibu atas segala sesuatu yang terjadi di dalam rumah tangga. Peran seorang ibu sebagai manajer rumah tangga sekaligus motivator dan pendidik bagi anak-anaknya.
Lantas apa motivasi para wanita Jepang sehingga rela melepas karir profesionalnya dan lebih memilih sebagai manajer rumah tangga?
Jawabannya ada di “Kyoiku Mama” yang dalam bahasa Arab lebih popular dengan sebutan “Ummu Madrosatun” yaitu ibu pendidik sebagai tempat sekolah anak-anaknya. Kyoiku Mama secara langsung terlibat dalam membangun pondasi pendidkan bangsa Jepang. Kyoiku Mama lah yang meletakkan dasar pendidikan moral dan perilaku sejak dini kepada anak-anaknya. Sebagai sekolah tempat belajar anak-anaknya, seorang ibu harus membekali dan memperluas wawasan keilmuan yang bermanfaat bagi anak-anaknya. Karenanya, membahas peran wanita sebagai Kyoiku Mama atau Ummu Madrosatun bagaikan tarikan nafas kita.
Apa yang kita rasakan ketika kita berhenti menarik nafas? Disadari atau tidak menarik nafas terus menerus kita lakukan dalam keadaan dan kondisi apapun. Kita tidak pernah bisa menahan nafas dalam waktu yang lama bukan? Begitu pun pendidikan seorang ibu terhadap anaknya, berlangsung secara terus menerus dan tidak pernah berhenti hingga ajal menjemput.
Percaya atau tidak, masa depan anak-anak kita sebenarnya telah ditentukan sejak dalam kandungan. Karena pendidikan ibu sudah dilakukan sejak anak masih dalam kandungan. Sejak saat itu kedekatan fisik dan emosional ibu dengan anaknya sudah terjalin secara alamiah. Banyak para ahli yang berpendapat bahwa kedekatan fisik dan emosional seorang ibu pada anaknya merupakan salah satu aspek penting keberhasilan pendidikan. Di sinilah peran penting seorang ibu terhadap pendidikan usia dini. Dr. Keith Osborn dari Universitas Georgia Amerika Serikat dan Pakar psikologi anak, Kak Seto, juga menyatakan bahwa usia balita merupakan masa-masa sangat penting bagi perkembangan potensi anak. Perkembangan potensi anak sangat dipengaruhi oleh lingkungannya, karena anak dengan cepat menirukan dan belajar dari apa yang dilihat, didengar dan dirasakan.
Ada yang mengatakan anak adalah “alat perekam” yang canggih dan sempurna karena mampu merekam apa yang dilihat, didengar dengan sempurna. Di sinilah peran ibu sangat amat penting terhadap pendidikan anak, ia menjadi seorang A, B atau C adalah karena orang tuanya. Karena itu sudah bukan rahasia lagi, jika dibalik anak-anak yang hebat selalu ada ibu yang hebat.

Rabu, 16 September 2015

Menjadi Ibu Dan Istri Yang Baik

Setiap perempuan pasti ingin menjadi sosok ibu dan istri yang baik bagi suami dan anaknya, Menjadi seorang istri sungguh tidak mudah. Istri harus lebih sabar dan lebih mengetahui karakter suami. Nah, untuk lebih mengetahui banyak info lagi tentang menjadi ibu dan istri yang baik simak yuk tips berikut ini.

1. Mencintai
Udah pasti dong yah? Kalau bukan karena cinta, kan ga mungkin kita memulai suatu hubungan. Namun, tidak dipungkiri juga ada beberapa wanita yang melakukannya bukan karena cinta. Segeralah berubah! Cinta harus ada agar hubungan berjalan langgeng. Cinta akan menimbulkan hal positif seperti kesetiaan, rasa saling menghormati serta menghargai.
2. Tulus
Jika kamu tulus, maka tujuan kamu untuk menjadi istri yang baik pasti akan tercapai dengan mudah. Karena ketulusan akan membuat kamu melakukan apapun yang menyenangkan satu sama lain tanpa mengharapkan balasan apaun. Dan setiap hal yang kamu lakukan berdasarkan cinta yang tulus kepada suami kamu pasti akan sangat dihargai olehnya. Mau dong dihargai suami?
3.Memiliki peran
Meskipun pernikahan itu terjadi karena adanya komitmen antara 2 orang yakni kamu dan suami, namun tidak perlu melakukan semua hal secara bersama-sama. Ingat, kalian masing-masing punya peran yang harus kalian jalankan. Peran di sini bukan hanya di bidang karier, yakni jika suami memiliki karier yang bagus maka kamu sebagai istri juga harus. Sebaliknya, peran kamu sebagai ibu yang baik akan sangat disenangi oleh suami. Cara mendidik anak kalian. Tentu suami akan sangat bangga jika anak kalian berprestasi dan prestasi anak bergantung banyak dari cara kamu mengajar anak. Peran kamu lebih banyak dalam mengurus anak.
4. Berempati
Dalam suatu pernikahan pasti cepat atau lambat akan timbul masalah antara kamu dan suami. Kalian berdua adalah manusia yang tidak sempurna. Akan ada kamu temui sesuatu yang gak kamu suka dari suami. Untuk itu, persiapkan mental jika suatu saat kamu mengalaminya. Kamu harus berempati. Bukan hanya perasaan kamu yang harus kamu perhatikan, tapi juga perasaan suami. Dengan adanya empati, kalian akan bisa saling mengerti sehingga masalah apapun bisa dihadapi, pernikahan pun akan terus berlanjut.
5. Mendengarkan
Kelihatannya sih hal yang sepele. Namun, dapat dipastikan bahwa kebanyakan kerusakan rumah tangga serta ketegangan yang terjadi antara suami dan istri diakibatkan oleh kurangnya komunikasi. Suami juga perlu perhatian dari istri untuk didengarkan keluh kesahnya. Perlu kamu ketahui bahwa suami juga bisa merasa kesepian, sehingga kamu perlu meluangkan waktu untuk mendengar apa yang ada di dalam hati suami sesungguhnya.
6. Jadikan suami sebagai ‘sandaran’
Saat kamu mengalami suatu kesulitan serta mungkin kamu punya keluhan, beritahukan kepada suami terlebih dahulu. Jadikan dia sebagai sandaran hidup kamu. Suami akan merasa sangat senang ketika dia mengetahui bahwa kamu membutuhkannya.
7. Lemah lembut
Sudah hakikatnya bagi wanita untuk selalu bersikap lembut, sebenarnya bukan hanya kepada suami saja. Berlakulah lemah lembut kepada suami, perlihatkan rasa hormat. Dan jangan pernah mengejek atau merendahkan dia pada saat apapun, bahkan ketika dia tidak sesuai dengan apa yang kamu harapkan. Sikap kamu akan membuat kamu sangat disayangi olehnya.
8. Berbagi
Berbagi tidak hanya bermakna materi, namun juga dalam soal peran, waktu, perasaan. Semua itu bisa kamu bagi dengannya. Karena, ketika kalian sudah menikah, Tidak ada lagi istilah saya ataupun dia, melainkan “kita” !
9. Menjadi diri sendiri
Namun, kamu juga perlu menjadi diri kamu sendiri. Jangan pernah memakai topeng, berpura-pura apalagi berbohong kepada suami. Kamu tidak perlu menjadi orang lain agar dicintai oleh suami. Diri kamu adalah terbaik buat dia. Menjadi istri yang baik bukan berarti kamu menghilangkan karakter asli kamu demi menjadi apa yang kamu pikir dia inginkan.

Jumat, 11 September 2015

Cara Mendidik Anak Agar Menjadi Anak Yang Pintar dan Baik Menurut Islam

Cara mendidik anak hal inilah yang sering ditanyakan orang tua kepada ahli psikiater pada saat berkonsultasi masalah tumbuh kembang anak. Cara mendidik anak saperti apa yang bisa membuat anak pintar, baik dari segi dunia dan akhirat. Salah satu alasan kenapa orang tua mempunyai peran penting dalam mendidik anak agar menjadi anak yang pintar adalah karena hal itu merupakan kewajiban orang tua kepada anak.

Menurut islam cara mendidik anak adalah dimulai dengan mendidiknya dari dalam dalam rumah, yang dimulai dari pembentukan akhlak yang baik, sikap dan mental. Cara mendidik anak islam telah jelas mengajarkannya, bisa dilihat pada saat Nabi Muhammad mendidik istri, anak dan keluarganya. Sangatlah jelas betapa orang tua mempunyai peran yang penting dalam mendidika anak.
Bahkan beberpa orang tua mengkhawatirkan hal ini dikarenakan aktifitas yang full sehingga era saat ini, peranan orang tua hampir punah di keluarga, karena sudah tidak aneh lagi jika kalangan atas yang tidak sempat atau pun tidak bisa meluangkan waktu untuk mendidik anak di rumah dengan cara menitipkan mereka pada sekolah alam ataupun baby sister/pengasuh anak yang dibayar secara untuk khusus mendidik anak.
Untuk orang tua yang peduli dengan cara mendidik anak, berikut kami kaji sedikit dari cara mendidik anak yang pintar baik menurut islam. Diantaranya yaitu:
1. Cara mendidik anak untuk mencintai dan menyayangi dirinya sendiri.
Caranya : Jauh sebelum timbul ambisi dalam diri anda untuk sukses mendidik anak. Oleh karena itu peran orang tua sangat penting dalam hal ini. Untuk memulai hal itu semua, cobalah perhatikan diri Anda sendiri terlebih dahulu. Selalu sediakan waktu bagi anak di tengah kesibukan harian Anda. Sediakan waktu bagi untuk berolahraga, merawat diri, dan meluangkan waktu untuk bagi pengembangan pribadi Anda. Sadarkah kita bahwa orangtua yang tidak menghargai dirinya sendiri akan membesarkan anak dengan sifat serupa..
2. Jadikan setiap harinya menjadi waktu .yang sangat berharga
Tunjukkan betapa bahagiaanya kita atas kehadiran seorang anak. Jadilah ‘Ahli Gembira’ bagi putra-putri Anda. Ubahlah waktu mengerjakan tugas harian menjadi momen yang berharga dan istimewa. Buatlah saat-saat yang tidak terlupakan dan berkesan pada saat sedang bersama dengan anak, bermain, memeluk, berbagi tawa dan cerita dapat membuat saat-saat biasa menjadi tak terlupakan.
3. Orang tua yang baik adalah pendengar yang baik.
Fenomena yang sangat sulit diterapkan oleh kebanyakan orang tua. Karena hal ini tidak mudah bagi orangtua. Dimana disela-sela kesibukan, sering kali pada saat anak bercerita tentang suatu hal orang tua menyela dan enggan untuk mendengarkan apa yang sedang di ceritakan sang anak. Cobalah untuk mendengarkan anak Anda sepenuhnya tanpa menghakimi. Anda perlu menahan diri untuk tidak memikirkan atau memberikan pendapat Anda sendiri. Dengarkan mereka dengan hati yang terbuka dan penyayang. Lupakanlah diri Anda dan tempatkanlah diri Anda pada sudut pandang anak Anda. Ajukan pertanyaan-pertanyaan sebagai ganti dari memberikan pendapat. Cara orang tuamendengarkan tanpa menghakimi akan membuat anak merasa diterima dan dimengerti.
4. Tunjukan kebahagian dengan tertawa, sebab kegembiraan itu menular!
Pernakah anda melakukan hal ini..?? anggaplah pada saat ini diri anda di tantang ’untuk 24 jam tersenyum bersama keluarga’ ! Anda akan menyaksikan keajaiban dari kegembiraan dan kasih sayang yang Anda bawa kepada orang-orang di sekitar Anda. Buatlah momen sehari-hari menjadi luar biasa berkat kegembiraan dan semangat yang Anda bawa ke dalamnya.
5. Didik kedisiplinan anak sejak dini.
Salah satu sukses mendidik anak adalah dengan tagakny kedisiplinan dalam kesaharian anak. Ajarkanlah anak turut bertanggung jawab atas tugas-tugas rutin dalam rumah tangga. Anak yang secara aktif turut dilibatkan dalam tugas rutin dalam rumah tangga pada masa dewasanya akan memiliki rasa tanggung jawab yang lebih besar.Perbaiki kesalahan mereka dengan kelembutan dan kasih sayng namun Anda harus terus-menerus konsisten. Berikan konsekuensi yang wajar dari pelanggaran dengan tujuan untuk mengajarkan tanggung jawab. Janganlah memarahi apalagi mempermalukan anak di depan orang lain atas kesalahan yang mereka perbuat.
6. Berikan penghargaan terbaik untuk anak dan akuilah.
Coba lah latih diri anda agar senantiasa memberikan penghargaan terhadap setiap keberhasilan, bahkan yang paling kecil sekalipun, yang telah Anda lakukan hari ini. Ajarlah diri Anda untuk memberikan penghargaan yang tulus atas tugas-tugas sederhana yang dikerjakan anak. Penghargaan ini akan memberisemangat anak untuk menjalankan tugas yang lebih besar.
Berikutlah beberapa cara mendidik anak yang bisa diterapkan, dengan harapan anda akan menjadi sukses menjadi seorang orang tua. Tidak lah ada artinya point di atas jika hanya sekedar di baca tanpa di lakukan dan tanpa ketulusan yang dalam. Pada dasarnya kebaikan dan kesuksesan anak anda saat ini serta yang akan datang ada ditangan anda.
Oleh karena ini lakukan yang terbaik untuk anak anda jadikan lah mereka sangat berharga lebih dari harta dan pekerjaan yang selama ini banyka menghabiskan waktu anda. Ingat..??? Sukses itu bukan hasil dari sebuah perjuangan. Namun sukses itu adalah prosess dari sebuah perjuangan untuk menjadi lebih baik..??

Selasa, 08 September 2015

Cara Memotivasi Anak Agar Semangat Belajar

Belajar kadang dianggap oleh sebagian besar anak sebagai momok atau hantu yang menakutkan. Meskipun secara langsung tidak berwujud hantu, namun belajar sering terlihat sebagai beban bagi anak yang harus dihindari. Itu adalah salah satu hal yang membuat orangtua kesal saat menasihati anaknya untuk belajar. Selain itu, anak lebih suka nonton TV dan main games daripada harus mengerjakan pekerjaan rumah dari guru.

Melihat kejadian seperti itu, orang tua sebaiknya mempunyai cara yang jitu agar anak tetap mau belajar dengan rajin. Namun, jangan sampai Anda memarahinya, apalagi memukulnya jika anak tidak mau belajar. Hal itu akan membuatnya stres dan lebih buruknya lagi akan menjadikan anak tersebut keras kepala dan suka membantah orangtua. Hadapi segala sesuatu yang dilakukan anak dengan sabar dan bijaksana.
Untuk masalah itu, Anda harus punya cara memotivasi anak agar semangat belajar. Tentunya tidak dengan cara memaksa anak, namun lebih pada memberi arahan dan dukungan sehingga anak merasa lebih nyaman melakukan segala kegiatan dan aktifitasnya. Berikut adalah caranya.
Cara memotivasi anak untuk belajar
1. Memberikan dukungan
Dukungan orangtua sangat diperlukan anak. Contohnya, saat anak mendapat nilai jelek waktu ulangan,Anda tidak boleh langsung memarahinya. Sebaiknya tanyakan pada anak kenapa bisa dapat nilai jelek, kemudian beri jalan keluar.
2. Belajar Sambil bermain
Setiap orang pasti punya cara sendiri untuk belajar. Namun untuk anak,Anda yang harus menerapkan cara belajar yang efektif untuk anak. Misalnya saja belajar bahasa inggris, Anda bisa mengajarkannya melalui film kartun atau lagu anak-anak yang menggunakan bahasa inggris.
3. Tetapkan jam belajar
Anda harus membuat aturan yang disepakati oleh anak. Misalnya, belajar 1 jam pada sore hari sebelum bermain dan malam hari sebelum tidur. Tetap beri kebebasan pada anak untuk bermain, nonton TV, makan dan istirahat. Dengan sendirinya anak akan terbiasa dengan apa yang harus dia lakukan pada jam-jam tersebut.
4. Menjadi contoh yang baik bagi anak
Agar anak rajin belajar, Anda harus memberinya contoh yang baik bagi anak. Saat anak sedang belajar sebaiknya Anda tetap disampingnya sambil membaca buku atau majalah. Jangan sampai anak sedang belajar justru Anda asyik nonton TV.
5. Komunikasi yang baik
Jangan terlalu sibuk dengan kerjaan kantor. Usahakan sebisa mungkin Anda berbincang-bincang dengan anak sambil santai. Misalny, ngobrol tentang sekolah atau tentang teman. Agar anak bisa menceritakan masalah yang sedang dihadapi dan Anda bisa memberikan solusi terbaik.
6. Merayakan keberhasilan
Saat anak mendapatkan prestasi disekolahnya jangan sungkan untuk memujinya. Sekecil apapun keberhasilan yang diraihnya itu. Jika perlu Anda juga bisa mengajaknya makan bersama makanan kesukaannya untuk merayakan keberhasilannya. Dari situ anak bisa termotivasi untuk terus belajar lagi dan lagi.
Demikian tadi cara memotivasi anak agar semangat belajar. Memotivasi anak harus dilakukan dengan menggunakan cara yang tepat den tentunya menyenangkan. Buat anak merasa bahwa Anda sebagai orangtua selalu peduli dan memberi dukungan padanya. Dengan begitu, diharapkan supaya kelak jika anak sudah dewasa akan membuat Anda bangga dengan segala prestasi dan keberhasilannya. Semoga berhasil.

Senin, 07 September 2015

MEMELUK RINDU IBU

Masih terkenang wajahnya yang begitu teduh dan anggun
Masih terasa erat pelukan itu saat aku didekapannya
dan bekas ingatanku tak akan memudar
Hangat senyumannya yang ia berikan kala itu
Dan nasihatnya membuat ku tegar disaat aku rapuh
Kini hanya air mata yang terus bederai diwajahku
Ibu..


Aku rindu padamu...
Rasanya sulit tuk berpisah denganmu...
Kini hanya air mata yang selalu membasahi pipiku di setiap waktuku...
Ibu..
Hadirlah kau dalam kehidupanku lagi
Aku mohon hadirlah...
Walau hanya sebatas mimpi
Doa dan pengorbanmu sungguh besar untukku...
Dan ku tak sanggup membalas atas kebaikanmu
Ku hanya bisa berdoa untukmu Ibu..
Semoga Allah mempertemukan kita kembali
di SyurgaNya yang indah nan abadi...

Kisah nabi Muhammad dan Pengemis Yahudi

Alkisah, di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya.”
orang yang mendekatinya, “Jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang

Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah saw mendatanginya dengan membawakan makanan. Tanpa berucap sepatah kata pun, Rasulullah menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu, sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah Muhammad—orang yang selalu ia caci maki dan sumpah serapahi.
Rasulullah saw melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.
Setelah wafatnya Rasulullah saw praktis tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.
Suatu hari Abubakar berkunjung ke rumah anaknya Aisyah, yan g tidak lain tidak bukan merupakan istri Rasulullah. Ia bertanya kepada anaknya itu, “Anakku, adakah kebiasaan Rasulullah yang belum aku kerjakan?”
Aisyah menjawab, “Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja.”
“Apakah Itu?” tanya Abubakar penasaran. Ia kaget juga karena merasa sudah mengetahui bagaimana kebiasaan Rasulullah semasa hidupnya.
“Setiap pagi Rasulullah selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana,” kata Aisyah.
Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil menghardik, “Siapakah kamu ?”
Abubakar menjawab, “Aku orang yang biasa.”
“Bukan! Engkau bukan ora ng yang biasa mendatangiku,” bantah si pengemis buta itu dengan ketus “Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut setelah itu ia berikan padaku.”
Abubakar tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, “Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya. Orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah saw.”
Seketika itu juga kaget pengemis itu. Ia pun menangis mendengar penjelasan Abubakar, dan kemudian berkata, “Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun. Ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia…. ” Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar saat itu juga dan sejak hari itu menjadi Muslim.


Silahkan LIKE dan SHARE status ini, semoga bermanfaat untuk ayah/bunda semua
======================