Minggu, 20 September 2015

Makna Anak Shaleh/Shalehah

Suatu hari Khalifah Umar Radhiyallahu ‘Anhu diberitahu tentang seseorang yang amalan lahiriyahnya sangat mengagumkan. Ia berkata : Alangkah sholeh orang itu, wudhu’nya sempurna dan sholatnya sedemikian khusuk.

Mendengar itu Umar bertanya : Apakah engkau tinggal /hidup bersama dengan dia? Orang itu menjawab : Tidak! Umar bertanya lagi: apakah engkau pernah menguji dengan harta? Orang itu berkata: Tidak pernah? Lalu berkata: betapakah engkau mengatakan sesuatu bahwa dia orang sholeh padahal engkau tidak hidup bersamanya dan bermu’amalah dengannya?
Kalaulah amalan itu diukur dengan lahiriyahnya maka sungguh amat banyak orang yang dapat disebut sholeh. Tetapi Umar Radhiyallahu ‘Anhu tidak menerima berita yang hanya diketahui dari gambaran lahiriyahnya semata, karena terlalu banyak perkara lahiriyahnya tampak baik akan tetapi sebenarnya palsu dan sesat.
Hmm,...
Gerakan 'fisik' itu tak bermakna manakala tidak didasari oleh ilmu. Yang "tak bermakna ini" tentu lawan dari 'pribadi sholeh/h.'
Syukron wa Afwan....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar