Mendengar itu Umar bertanya : Apakah engkau tinggal /hidup bersama dengan dia? Orang itu menjawab : Tidak! Umar bertanya lagi: apakah engkau pernah menguji dengan harta? Orang itu berkata: Tidak pernah? Lalu berkata: betapakah engkau mengatakan sesuatu bahwa dia orang sholeh padahal engkau tidak hidup bersamanya dan bermu’amalah dengannya?
Kalaulah amalan itu diukur dengan lahiriyahnya maka sungguh amat banyak
orang yang dapat disebut sholeh. Tetapi Umar Radhiyallahu ‘Anhu tidak
menerima berita yang hanya diketahui dari gambaran lahiriyahnya semata,
karena terlalu banyak perkara lahiriyahnya tampak baik akan tetapi
sebenarnya palsu dan sesat.
Hmm,...
Gerakan 'fisik' itu tak bermakna manakala tidak didasari oleh ilmu. Yang "tak bermakna ini" tentu lawan dari 'pribadi sholeh/h.'
Syukron wa Afwan....
Hmm,...
Gerakan 'fisik' itu tak bermakna manakala tidak didasari oleh ilmu. Yang "tak bermakna ini" tentu lawan dari 'pribadi sholeh/h.'
Syukron wa Afwan....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar