Jumat, 28 Agustus 2015

PERILAKU ANAK, HANYALAH REAKSI PERLAKUAN ORANG TUANYA.




JIKA anak hidup dengan kritik, ia belajar untuk mengutuk.
Jika anak hidup dengan permusuhan, ia belajar untuk melawan.
Jika anak hidup dengan ejekan, ia belajar menjadi pemalu.
Jika seorang anak belajar untuk merasa malu, ia belajar merasa bersalah.
Jika anak hidup dengan toleransi, ia belajar untuk bersabar.
Jika anak hidup dengan dorongan, ia belajar percaya diri.
Jika anak hidup dengan pujian, ia belajar menghargai.
Jika anak hidup dengan keadilan, ia belajar untuk bijak.
Jika anak hidup dengan keamanan, ia belajar untuk memiliki iman.
Jika anak hidup dengan persetujuan, ia belajar menyukai dirinya sendiri.
Jika anak hidup dengan penerimaan dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta di dunia.


Anak-anak lupa kata-kata … tapi mengikuti jejak.
"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang sholeh”. (HR: Bukhari dalam shahih Bukhari kitab adab, Baihaqi dalam kitab syu’bil Iman dan Hakim).
Mari ayah-bunda kita berkaca diri, apakah ahlaq kita sudah baik di mata anak kita, orang tua, saudara, teman, sahabat bahkan dengan non-muslim pun. Kenali diri kita, apa yang membuat orang lain tidak nyaman kepada kita. Jangan memaksa orang lain untuk berubah, kita lah yang harus mencoba untuk memperbaiki ahlak kita. Agar terwujud Islam yang Rahmatan Lil Alaamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar